Kamis, 19 November 2009

Info Untuk Sehat

Ini penting untuk diterapkan

Yang berbahaya dilingkungan kita.

1 . BOTOL BEKAS

Mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai
dan memakai ulang
botol plastik dan menaruhnya di mobil atau di kantor.
Kebiasaan ini tidak baik, karena bahan plastic botol
(disebut juga sebagai
polyethylene terephthalate or PET) yang dipakai di
botol2 ini mengandung
zat2 karsinogen (atau DEHA). Botol ini aman untuk
dipakai 1-2 kali saja,
jika anda ingin memakainya lebih lama, tidak boleh
lebih dari seminggu, dan harus ditaruh ditempat yang
jauh dari matahari. Kebiasaan mencuci ulang dapat
membuat lapisan plastik rusak dan zat karsinogen itu
bisa masuk ke air yang kita minum. Lebih baik membeli
botol air yang memang untuk dipakai ber-ulang2, jangan
memakai botol
plastik.

2. PENGGEMAR SATE

Kalau Anda makan sate, jangan lupa makan timun
setelahnya. Karena ketika
kita makan sate sebetulnya ikut juga karbon dari hasil
pembakaran arang yang
dapat menyebabkan kanker. Untuk itu kita punya obatnya
yaitu timun yang
disarankan untuk dimakan setelah makan sate. Karena
sate mempunyai zat
Karsinogen (penyebab kanker) tetapi timun ternyata
punya anti Karsinogen.
Jadi jangan lupa makan timun setelah makan sate.

3. UDANG DAN VITAMIN C

Jangan makan udang setelah Anda makan Vitamin C.
Karena ini akan menyebabkan
keracunan dari racun Arsenik (As) yang merupakan
proses reaksi dari Udang
dan Vitamin C di dalam tubuh dan berakibat keracunan
yang fatal dalam
hitungan jam.

4. MI INSTAN

Untuk para penggemar mi instan, pastikan Anda punya
selang waktu paling
tidak 3 (tiga) hari setelah Anda mengkonsumsi mi
instan, jika Anda akan
mengkonsumsinya lagi, dari informasi kedokteran,
ternyata terdapat lilin
yang melapisi mi instan. Itu sebabnya mengapa mi
instan tidak lengket satu
sama lainnya ketika dimasak. Konsumsi mie instan
setiap hari akan
meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkiti kanker.
Seseorang, karena
begitu sibuknya dalam berkarir tidak punya waktu lagi
untuk memasak,
sehingga diputuskannya untuk mengkonsumsi mie instan
setiap hari. Akhirnya
dia menderita kanker. Dokternya mengatakan bahwa hal
ini disebabkan karena
adanya lilin dalam mi instan tersebut. Dokter tersebut
mengatakan bahwa
tubuh kita memerlukan waktu lebih dari 2 (dua) hari
untuk membersihkan lilin
tersebut.

5. BAHAYA DIBALIK KEMASAN MAKANAN

Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang
sehari-hari kita
konsumsi. Bagi sebagian besar orang, kemasan makanan
hanya sekadar bungkus
makanan dan cenderung dianggap sebagai "pelindung"
makanan. Sebetulnya tidak
tepat begitu, tergantung jenis bahan kemasan.Sebaiknya
mulai sekarang Anda
cermat memilik kemasan makanan. Kemasan pada makanan
mempunyai fungsi
kesehatan, pengawetan, kemudahan, penyeragaman,
promosi, dan informasi. Ada
begitu banyak bahan yang digunakan sebagai pengemas
primer pada makanan,
yaitu kemasan yang bersentuhan langsung dengan
makanan.Tetapi tidak semua
bahan ini aman bagi makanan yang dikemasnya. Inilah
ranking teratas bahan
kemasan makanan yang perlu Anda waspadai.
A. Kertas.

Beberapa kertas kemasan dan non-kemasan (kertas koran
dan majalah) yang
sering digunakan untuk membungkus makanan, terdeteksi
mengandung timbal (Pb)
melebihi batas yang ditentukan. Di dalam tubuh
manusia, timbal masuk melalui
saluran pernapasan atau pencernaan menuju sistem
peredaran darah dan
kemudian menyebar ke berbagai jaringan lain, seperti:
ginjal, hati, otak,
saraf dan tulang. Keracunan timbal pada orang dewasa
ditandai dengan gejala
3 P, yaitu pallor (pucat), pain (sakit) & paralysis
(kelumpuhan) . Keracunan
yang terjadipun bisa bersifat kronis dan akut. Untuk
terhindar dari makanan
yang terkontaminasi logam berat timbal, memang
susah-susah gampang. Banyak
makanan jajanan seperti pisang goreng, tahu goreng dan
tempe goreng yang
dibungkus dengan Koran karena pengetahuan yang kurang
dari si penjual,
padahal bahan yang panas dan berlemak mempermudah
berpindahnya timbale ke
makanan tsb. Sebagai usaha pencegahan, taruhlah
makanan jajanan tersebut di
atas piring.

B.Styrofoam

Bahan pengemas styrofoam atau polystyrene telah
menjadi salah satu pilihan
yang paling populer dalam bisnis pangan. Tetapi, riset
terkini membuktikan
bahwa styrofoam diragukan keamanannya. Styrofoam yang
dibuat dari kopolimer
styren ini menjadi pilihan bisnis pangan karena mampu
mencegah kebocoran dan
tetap mempertahankan bentuknya saat dipegang. Selain
itu, bahan tersebut
juga mampu mempertahankan panas dan dingin tetapi
tetap nyaman dipegang,
mempertahankan kesegaran dan keutuhan bahan yang
dikemas, biaya murah, lebih
aman, serta ringan. Pada Juli 2001, Divisi Keamanan
Pangan Pemerintah Jepang
mengungkapkan bahwa residu styrofoam dalam makanan
sangat berbahaya. Residu
itu dapat menyebabkan endocrine disrupter (EDC), yaitu
suatu penyakit yang
terjadi akibat adanya gangguan pada system
endokrinologi dan reproduksi
manusia akibat bahan kimia karsinogen dalam makanan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar